Thursday, 20 May 2021

Describing Animals (1)

 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

1.    Mengidentifikasi kosa kata tentang nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris.

2.    Mengidentifikasi kosa kata tentang anggota tubuh hewan dalam Bahasa Inggris.

 

Masih berkaitan mengenai materi pembelajaran Bahasa Inggris tentang “Descriptive Text”, kali ini kalian akan belajar tentang kosa kata dalam Bahasa Inggris yang berkaitan dengan deskripsi/gambaran tentang hewan. Salinlah ke buku catatan kalian!

 

NAME OF ANIMALS

Tahukah kalian nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris? Bisakah kalian menyebutkan nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris? Tahukah kalian bagaimana penulisan nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris?

Silahkan disalin daftar kosa kata nama-nama hewan berikut:

No

Indonesian

English

1

Kucing

Cat

2

Anjing

Dog

3

Ikan

Fish

4

Burung

Bird

5

Domba

Sheep

6

Kambing

Goat

7

Kerbau

Buffalo

8

Sapi

Cow

9

Kuda

Horse

10

Keledai

Donkey

11

Tikus

Mouse

12

Cicak

Lizard

13

Tokek

Gecko

14

Ular

Snake

15

Kepiting

Crab

16

Beruang

Bear

17

Semut

Ant

18

Kura-kura

Turtle

19

Cacing

Worm

20

Kutu

Louse

21

Kutu busuk

Bedbug

22

Kutu buku

Bookworm

23

Monyet

Monkey

24

Gajah

Elephant

25

Jerapah

Giraffe

26

Kudanil

Hippo

27

Singa

Lion

28

Macan

Tiger

29

Macan tutul

Leopard

30

Serigala

Wolf

31

Kelelawar

Bat

32

Siput

Snail

33

Kerang

Shell

34

Nyamuk

Mosquito

35

Lalat

Fly

36

Bunglon

Chameleon

37

Komodo

Komodo

38

Belalang

Grasshopper

39

Badak

Rhinoceros

40

Anoa

Anoa

41

Hamster

Hamster

42

Tupai

Squirel

43

Laba-laba

Spider

44

Beruang Madu

Honey bear

45

Beruang Kutub

Polar bear

46

Anjing laut

Sea dog

47

Kuda laut

Seahorse

48

Bulu babi

Sea urchin

49

Babi

Pig

50

Lumba-lumba

Dolphin

51

Ikan Hiu

Shark

52

Ikan paus

Whale

53

Ikan mas

Goldfish

54

Ikan kakap

Snapper

55

Ikan lele

Catfish

56

Ikan sarden

Sardine

57

Ikan tongkol

Tuna

58

Ular hijau

Green snake

59

Kecebong

Tadpole

60

Ikan Lohan

Loahan

61

Semut hitam

Black ant

62

Semut merah

Red ant

63

Semut

Ant

64

Ular piton

Phyton

65

Kumbang daun

Leaf beetle

66

Ular sawah

Boa

67

Ulat bulu

Caterpillar

68

Ulat sutra

Silkworm

69

Kepompong

Pupa

70

Kupu-kupu

Butterfly

71

Jangkrik

Cricket

72

Kecoa

Cockroach

73

Lebah

Bee

74

Kunang-kunang

Firefly

75

Kepik

Ladybird

76

Burung unta

Ostrich

77

Unta

Camel

78

Bison

Bison

79

Burung dara

Dove

80

Burung nuri

Parrot

81

Burung elang

Eagle

82

Burung pipit/gereja

Sparrow

83

Burung merpati

Pigeon

84

Burung kakaktua

Cockatoo

85

Burung bangau

Heron

86

Burung merak

Peacock

87

Burung beo

Parrot

88

Burung hantu

Owl

89

Zebra

Zebra

90

Chetah

Cheetah

91

Badak bercula satu

One horned rhinoceros

92

Kelinci

Rabbit

93

Angsa

Swan

94

Bebek

Duck

95

Ayam

Chicken

96

Itik

Chick

97

Ayam kalkun

Turkey

98

Ayam jago

Rooster

99

Ayam kate

Bantam

100

Ayam kampung

Cornish

101

Entok

Musk duck

102

Cacing pita

Tapeworm / Cestoda

103

Cacing kremi

Seat worm

104

Cacing piph

Flatworm

105

Cacing tambang

Hookworm

106

Cacing tanah

Earthworm

107

Rayap

Termite

108

Kuman

Germ

109

Bakteri

Bacterial

110

Rusa

Deer

111

Kancil

Chevrotain

112

Lintah

Leech

113

Bekicot

Escargot

114

Udang

Shrimp

115

Pinguin

Penguin

116

Buaya

Crocodile

117

Katak

Frog

118

Burung puyuh

Quail

119

Kera

Ape

120

Simpanse

Chimpanzee

121

Gorila

Gorilla

122

Trenggiling

Armadillo

123

Teripang

Sea cucumber

124

Lipan

Centipede

125

Kalajengking

Scorpion

126

Tiram

Oyster

127

Musang

Mongoose

128

Alap-alap

Falcon

129

Banteng

Bull

130

Bekantan

Proboscis monkey

131

Belatung

Maggot

132

Burung belibis

Mallard

133

Berang-berang

Beaver

134

Beruk

Ape

135

Biri-biri

Lamb

136

Biawak

Monitor Lizard

137

Bintang laut

Starfish

138

Burung camar

Seagull

139

Capung

Dragonfly

140

Cumi-cumi

Squid

141

Ikan duyung

Dugong

142

Gurita

Octopus

143

Burung gagak

Crow

144

Hiena

Hyena

145

Burung jalak

Starling

146

Kanguru

Kangaroo

147

Ikan koi

Koi carp

148

Ular kobra

Cobra

149

Kumbang

Ladybug

150

Kudaponi

Pony

151

Ikan kerapu

Rock fish

152

Lalat buah

Fruit fly

153

Landak

Hedgehog

154

Laron

Moth

155

Lemur

Lemur

156

Macan kumbang

Panther

157

Panda

Panda

158

Burung parkit

Parakeet

159

Burung pelatuk

Woodpecker

160

Penyu

Tortoise

161

Ikan pesut

Porpoise

162

Ikan piranha

Piranha

163

Ikan salmon

Salmon

164

Tapir

Tapir

165

Tarantula

Tarantula

166

Tawon

Wasp

167

Ikan teri

Anchovy

168

Ubur-ubur

Jellyfish

169

Burung walet

Swallow

170

Rubah

Fox

171

Belut

Eel

172

Anak anjing

Puppy

173

Anak kucing

Kitten

174

Babi hutan

Boar

175

Singa laut

Sea lion

176

Rakun

Raccoon

177

Pelikan

Pelican

178

Burung bangkai

Vulture

179

Burung betet

Parrot

180

Burung bulbul

Nightingale

181

Burung jantan

Cock

182

Burung kenari

Canary

183

Ikan pari

Ray fish

184

Burung kasuari

Cassowary

 

 

PARTS OF ANIMALS

Tidak semua anggota tubuh hewan memiliki penyebutan yang sama seperti manusia. Setiap jenis hewan tentu saja memiliki sebutan anggota tubuh yang berbeda. Tentunya antara hewan mamalia, reptil, serangga, dan unggas memiliki penyebutan nama anggota tubuhnya masing-masing.  Salin di buku catatan kalian dan pelajari kosa kata berikut:

WORDS

MEANING

whisker

kumis

a beak

paruh

big ears

telinga besar pada gajah

horns

tanduk

teeth

gigi

fangs

taring

task

gading

wings

sayap

feather

bulu pada ayam atau bebek

humps

punuk pada unta

shell

cangkang pada kura-kura

trunk

belalai

a mane

surai

tail

ekor

gill

insang

scale

labirin

fins

sirip

flipper

sirip

antennae

antena pada serangga

legs

kaki

feet

kaki

paw

cakar

claw

kuku

hooves

kuku pada kuda

arm

lengan

teatcles

tentakel pada gurita

fur

bulu pada kucing atau anjing

spots

titik titik pada macan tutul

 

Friday, 8 January 2021

Present Perfect Tense

Apakah kalian sudah sarapan pagi ini?

Apakah selama Semester 1 kalian sudah mendapatkan pencapaian yang maksimal?

Apakah kalian sudah menguasai kosa kata kerja bentuk Past Participle?

Pertanyaan di atas merupakan materi pembelajaran yang akan kita bahas. Simak baik-baik setiap penjelasan di bawah.

 

Explanation

Pada Materi Pembelajaran kali ini, kalian akan mempelajari tentang struktur kalimat Present Perfect Tense. Seperti yang sudah disinggung pada materi pembelajaran sebelumnya, Present Perfect Tense menggunakan kata kerja bentuk ketiga atau Past Participle (Verb 3). Kalimat Present Perfect Tense adalah kalimat yang menyatakan suatu aktivitas yang sudah dilakukan maupun kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi.

Present Perfect Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu yang mulai dilakukan di waktu lampau dan berakhirnya (kemungkinan) pada saat ini. Perhatikan contoh di bawah ini:

-      Yohana sudah menghapal kosa kata kerja bentuk kedua selama 1 bulan.

-      Zefanya sudah menyelesaikan PR-nya sejak tadi pagi.

Dari dua contoh kalimat di atas, apakah kalian sudah bisa memahami? Coba kalian baca penjelasan dan cermati kembali tiga pertanyaan dan dua contoh kalimat di atas sebelum kalian melanjutkan pembahasan di bawah.

 

Structure

Unsur utama kalimat Present Perfect Tense adalah penggunaan Auxiliary VerbHave” dan “Past Participle” (Verb 3). Strukturnya adalah:

Positive Statement

:

S + have/has + Verb 3 + O

Negative Statement

:

S + have/has + not + Verb 3 + O

Interrogative Statement

:

Have/Has + S + Verb 3 + O ?

 

Masih ingatkah kalian pelajaran Kelas 7 tentang penggunaan Have/Has? Penggunaan Have/Has tergantung pada subjek yang digunakan dalam kalimat seperti pada tabel berikut:

I

Have

You

We

They

He

Has

She

It


Selain itu bisa juga Plural Subject + Have dan Singular Subject + Has. Naaahhhh.. masih ingat atau tidak tentang Plural Subject dan Singular Subject? Kalau lupa tanya dengan Mbah Gugel atau buka lagi catatan Kelas 7.

Perhatikan contoh penggunaan “have/has” dan “verb 3” di bawah ini:

-     My sister has watched Korean Drama since morning.

(“My sister” adalah singular subject, maka menggunakan Auxiliary Verbhas)

-     Edward and Philip have ridden the bicycle arround the town.

(“Edward and Philip” merupakan plural subject, maka menggunakan Auxiliary Verbhave)

Bagaimana? Apakah sudah bisa dipahami struktur kalimat Present Perfect Tense? Bisakah kalian menyusun kalimat kalian sendiri?

Cobalah belajar untuk menyusun kalimat-kalimat di bawah ini.

1.         Lee Dong Kwok / star / many films = Lee Dong Kwok has starred many films.

2.         We / not / buy / some apples = We have not bought some apples.

3.         The people / work hard / since morning = The people have worked hard since morning.

4.         I / master / the English material (?) = Have I mastered the English material?

5.         The dogs / chase / the cat = The dogs have chased the cat.

6.         The policemen / not / catch / the robbers = The policemen have not caught the robbers.

7.         I / be / in Bali / for two years = I have been in Bali for two years.

8.    Kayla / not / visit / her grandmother / since last month = Kayla has not visited her grandmother since last month.

Monday, 30 November 2020

Pengalaman Menggunakan Aplikasi untuk PJJ

PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh dengan istilah kerennya, Sekolah Online, adalah alternatif pada masa Pandemi Covid-19 yang semakin merajalela tanpa henti. Kapan berakhirnya penyebaran virus ini? Siapa yang tahu?

Tapi, karena masa Pandemi Covid-19 ini lah saya semakin memahami aplikasi gratisan yang saya gunakan selama proses PJJ. Ya, setidaknya ada tiga aplikasi yang saya gunakan pada Semester 1 ini.

Yang pertama tentu saja Google Classroom. Saya menggunakan Google Classroom untuk mengelompokkan peserta didik yang saya ajar ke dalam kelasnya masing-masing sehingga memudahkan saya untuk membagikan daftar hadir (walaupun jarang sekali diisi :sad), informasi seputar kegiatan pembelajaran sesuai jadwal saya, membagikan materi pembelajaran yang sudah saya persiapkan dengan mengorbankan waktu, tenaga, pulsa, dan listrik agar peserta didik mendapatkan rangkuman yang dapat mereka baca dan pelajari berulang-ulang, serta membagikan link penugasan.

Yang kedua, tidak lain dan tidak bukan, adalah Google Meet. Dengan menggunakan aplikasi ini, saya bisa bertatap muka dengan peserta didik walaupun tidak setiap saat karena saya memikirkan mereka yang mungkin hanya bertahan menggunakan paket data dan siswa yang kadang kesulitan jaringan internet. Menggunakan aplikasi ini juga saya bisa berinteraksi langsung mendengar merdunya suara mereka walau kadang terdengar fals karena adanya backsound yang tidak diinginkan di sekitar mereka.

Yang terakhir, aplikasi yang senantiasa saya gunakan untuk memberikan latihan soal dan ulangan harian, adalah Moodle. Ya, aplikasi yang sangat familiar dan umum digunakan di tingkat satuan pendidikan manapun karena bisa diintegrasikan dengan blog dan web sekolah. Aplikasi ini juga yang akhirnya menjadi pahlawan pada saat kebingungan dan berhasil memecah kebuntuan untuk mengadakan Penilaian Akhir Semester 1 tahun ini.

Tiga aplikasi yang saya jelaskan di atas semuanya gratis. Mungkin ada yang berpendapat, kenapa tidak menggunakan aplikas A, aplikasi B, atau aplikasi C? Jawabannya karena mereka bertiga lah yang paling awal saya kenal dan juga saya berkutat meluangkan waktu untuk mempelajari serta menguasai aplikasi tersebut. Sebenarnya ada sih yang lain yang saya pelajari dan pernah saya gunakan, hanya saja ada kekurangan dan keterbatasan yang saya lihat dan juga rasakan. Saya rasa tidak perlu disebutkan di sini.

Itulah beberapa aplikasi yang saya gunakan selama Semester 1 ini. Apakah akan terus berlanjut? Mari kita lihat nanti di Semester berikutnya.

Thursday, 5 November 2020

TUTORIAL: Membuat, Menyimpan, dan Export Soal ExamView

 Aplikasi Moodle adalah aplikasi LMS (Learning Management System) yang memiliki fitur lebih lengkap dari Google Classroom. Kali ini, saya akan berikan tutorial (yang sebenarnya sudah banyak bertebaran di dunia maya dan YouTube) untuk membuat, menyimpan, dan juga export soal Examview agar nantinya bisa diimport di Moodle. Setelah selesai menginstall dan membuka aplikasi Examview Test Generator, ikuti langkah berikut:

1. Menyiapkan Test
Pada awal membuka akan ada 'welcome screen', abaikan saja dan klik 'close' seperti gambar di bawah:


Setelah itu, klik ikon seperti pada gambar untuk membuat file test baru:


Beri judul test sesuai dengan yang sudah disiapkan (perlu diingat, judul test bisa menjadi nama file penyimpanan dan juga file export nantinya) seperti gambar di bawah:



2. Membuat Soal
Untuk membuat soal silahkan klik 'new' di pojok kiri bawah layar:


Tentukan model soal yang diinginkan, misalnya pilihan ganda (multiple choice):


Ketik soal yang sudah disiapkan (atau salin dari bank soal yang sudah dibuat sebelumnya), isi pilihan jawaban dan tentukan jawaban yang benar. Setelah selesai, klik record untuk menyimpan soal yang sudah dibuat. Ulangi lagi langkah ini untuk membuat soal berikutnya (untuk soal berupa teks yang beberapa nomor bisa diduplicate agar tidak capek mengetik/menyalin lagi).



3. Menyimpan Soal
Klik ikon 'disket' untuk menyimpan file soal yang sudah dibuat, pastikan tempat penyimpanannya adalah tempat yang mudah diingat.


Nama filenya, seperti yang sudah dijelaskan tadi, samakan dengan judul test.



4. Cara Export Soal
Untuk export soal supaya bisa nantinya diimport di aplikasi Moodle, klik 'File' di pojok kiri atas


Pilih 'Export' dan pilih 'Blackboard 7.1...' (kenapa Blackboard??? entahlah... aku pun tak teu).


Sekali lagi, nama file export-nya samakan dengan judul test dan supaya tidak ke sana-ke sini-ke situ-kemari simpan saja di tempat yang sama dengan penyimpanan file test.


Isi test information dan juga directory-nya samakan juga dengan judul test (entahlah kenapa.. saya pun tak teu, ikuti sajalah)


Bagaimana? Susah kan? Silahkan mencoba... kalau gagal, ulangiiiiii... dari 'Nol' ya.

Tuesday, 20 October 2020

Google Classroom vs Moodle

Pada kegiatan pembelajaran masa daring tentu saja seorang guru harus memikirkan bagaimana caranya mengelola sebuah kelas virtual. Tentu saja bukanlah hal yang mudah untuk memilah milih mana yang sesuai dan mudah diakses oleh saya sebagai guru dan juga dapat digunakan siswa. Dari sekian banyaknya layanan aplikasi yang tersedia, ada dua aplikasi menarik yang saya gunakan selama kegiatan Pembelajaran Daring pada tahun ajaran 2020/2021 ini.

1. Google Classroom

Layanan aplikasi kelas virtual yang pertama adalah Google Classroom. Siapa yang tidak mengenal Google Classroom? Hampir sebagian besar sekolah menengah menggunakannya untuk mengelola kelas virtual, membagikan materi pembelajaran, serta penugasan. Aplikasi kelas online besutan Google ini sangat mudah digunakan oleh semua tenaga pengajar. Fiturnya pun cukup sederhana. Ada beberapa fitur yang biasa saya gunakan, yaitu pemberian info dan pengumuman melalui forum berupa postingan pesan, menambahkan topik pembahasan dan membagikan rangkuman materi pembelajaran berupa file atau link dari situs tertentu, membagikan absensi yang bisa diisi terus menerus oleh siswa, dan juga pemberian tugas berupa latihan soal melalui Google Form. Tentu saja bagi yang masih pemula sekalipun bisa menggunakannya, mulai dari membuat kelas dan mengundang siswa untuk masuk ke kelas yang sudah dibuat serta melakukan interaksi dengan siswa. Sebagai guru, kita tidak perlu repot membuat akun karena hampir setiap siswa pasti memiliki akun Google dan dengan mudah dapat mengakses layanan Google Classroom, baik itu menggunakan browser atau mengunduh aplikasinya di gadget masing-masing.

Tapi layanan Google Classroom tidaklah sesempurna itu untuk orang seperti saya (halah...). Layanan dari Google ini bukannya tidak ada kekurangan. Beberapa keterbatasannya yaitu:

  • Pembuatan soal melalui Google Form yang kurang atraktif dan harus install plugin tertentu.
  • Pembuatan soal melalui Google Form harus selalu online. (Bisa offline hanya bagi mereka yang paham dan sekali lagi harus install plugin tertentu)
  • Banyaknya siswa yang tidak terlalu paham bagaimana cara menyerahkan tugas di Google Classroom sehingga tidak terekam di buku nilai (apalagi kalau tugasnya melalui Google Form, pasti tidak pernah ceklis 'mengirimkan/menyerahkan tugas').
  • Nama akun siswa dibuat sesukanya dan kadang tidak bisa mengubah nama akun.

Hal paling dasar yang menjadi kekurangan yang sebutkan di atas adalah pemberian tugas. Menggunakan Google Form sangatlah tidak efektif, contohnya pada saat saya ingin membatasi waktu pengerjaan tugas tentu kita harus install plugin tertentu terlebih dahulu. Bagi yang paham mungkin tidak masalah, nah beda halnya bagi yang tidak paham. Selain itu untuk beberapa soal seperti isian singkat akan menyulitkan karena harus menyiapkan beberapa alternatif jawaban (misalnya beda huruf kecil dan kapital), kan repot.. Masih banyak kekurangan lainnya yang membuat saya kurang puas dengan layanan ini selain kemudahan dan fitur yang biasa saya gunakan seperti yang sebutkan sebelumnya..

2. Moodle

Layanan LMS ini adalah aplikasi yang benar-benar menjawab kebutuhan saya dan berhasil menutupi segala kekurangan yang dimiliki oleh Google Classroom. Aplikasi LMS dari Moodle ini adalah aplikasi yang banyak digunakan beberapa sekolah yang memiliki situs pribadi mulai dari tingkat menengah hingga tingkat universitas. Kemudahan yang diberikan adalah mengorganisir materi pembelajaran serta penugasan untuk siswa. Selain itu, siswa tidak perlu menginstall aplikasi apapun, LMS ini cukup diakses via browser pada gadget masing-masing (kecuali sekolah atau universitas yang memang membuat aplikasi khusus). Tampilan tema pada Moodle bisa kita ubah sesuka hati. Hal yang membuat saya menggunakan aplikasi ini adalah karena hanya lewat Moodle saya bisa memberikan penugasan ala AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) yang menggantikan Ujian Nasional yang sudah tinggal kenangan. Kelebihannya antara lain:

  • Pemberian tugas berupa latihan soal yang atraktif, tidak melulu pilihan ganda, isian singkat, dan essay.
  • Pembuatan soal yang umum (pilihan ganda, isian singkat, dan essay) bisa offline menggunakan examview.
  • Untuk penilaian dan buku nilai bisa diatur sedemikian rupa dan semua tugas siswa terdata rapi langsung rekap otomatis setelah siswa mengerjakan/mengumpulkan tugas.
  • Nama siswa sesuai dengan daftar absen karena kita yang menyiapkan akunnya (akun bagi guru dan siswa).
  • Membuat absensi cukup sekali dan bisa diisi berulang-ulang selama rentang waktu yang kita tentukan.
Masih banyak kemudahan dan juga hal menarik lainnya yang saya gunakan di Moodle, salah satunya adalah kelas virtual tidak melulu harus tatap muka online. Saya bisa menggunakan fitur chat ke semua kelas dan semua siswa sehingga bisa lebih 'fun' dan lebih banyak siswa yang aktif. Karena tidak semua siswa bisa mendengar dengan jelas apa yang saya tampilkan dan jelaskan pada saat tatap muka virtual menggunakan Google Meet atau Zoom. Oh ya, untuk Moodle bisa menggunakan sistem administrator, dimana admin mengelola satu sekolah virtual dan guru serta siswa yang lain tidak perlu repot untuk membuat akun karena sudah tersedia dan 'tinggal pakai' karena sudah ada adminnya. Guru tinggal memberikan materi, penugasan, serta kegiatan pembelajaran lain seperti forum diskusi atau kuis kepada siswa di mata pelajaran yang diampunya masing-masing.

Mungkin itulah yang bisa saya bagikan berdasarkan pengalaman menggunakan layanan kelas virtual selama masa pandemi Covid-19 ini.

Sunday, 18 October 2020

Game - Solusi Menghilangkan Kejenuhan

Rutinitas pembelajaran online dengan berbagai kendala yang dialami semenjak dimulainya ajaran baru 2020/2021 benar-benar menyita waktu dan pikiran.

Di saat semua serba 'online', ternyata memainkan game offline tidak kalah seru dari game online yang sudah wara-wiri umum dimainkan berbagai kalangan mulai dari Mobile Legend, PUBG, Free Fire, hingga Among Us. Bukannya tidak menarik, tetapi game online punya kendala dengan jaringan dan kadang juga merasa sayang dengan paket data hanya untuk memainkan game online.

Game-game yang saya mainkan adalah game emulator ringan yang 'fun'. Karena gadget yang digunakan adalah sebuah smartphone, jadi hanya ada dua emulator yang saya gunakan, yaitu; epsxe dan ppsspp android. Karena agak sulit menggunakan touchscreen, apalagi untuk game action atau yang perlu 'combo button', saya menggunakan gamepad usang yang dulu dibeli demi memainkan DMC. 😅

Beberapa game yang saya mainkan ada yang sampai tamat, ada yang belum sampai pertengahan jalan.. hal ini karena kesibukan pembelajaran online dan sebagian besar game yang dimainkan, sekali lagi, hanya untuk 'fun'.. game terlama yang saya mainkan hanya Final Fantasy IX. Selain game tersebut, masih banyak game lain seperti Pac Man, Suikoden, Legend of Mana, Castlevania, WWE Smackdown vs RAW, Warriors Orochi 2, Harvest Moon, Persona 3, dan beberapa game lain yang masih belum terjamah.

I ain't a gamer addict, but I like to play games. Game tersebut pun tidak setiap hari saya mainkan, apabila ada waktu senggang dimainkan.. kalau tidak ada ya dianggurin. Mengutamakan kewajiban adalah hal yang paling penting menurut saya. Game bisa membuat kita terlena, lupa waktu, dan kewajiban kita.. so be wise.