Friday, 22 November 2019

Quizizz, diskusi peserta didik jaman now!

Siapa yang tidak mengenal quizizz, aplikasi quiz jaman now yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ya, aplikasi ini saya terapkan di kelas untuk kegiatan Team Game Tournament (TGT). Untuk keseruannya anda bisa tonton video berikut.

Pada kegiatan tersebut saya menggunakan system live scoring. Peserta didik bisa saling berdiskusi dengan anggota kelompoknya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di quizizz.Setiap soal memiliki batas waktu untuk menjawab, semakin mudah level soal, maka semakin singkat waktu pengerjaan dan diskusinya. Live score yang ditampilkan melalui LCD proyektor memacu semangat peserta didik untuk mengalahkan kelompok yang lainnya. Sayangnya ada beberapa kendala yang terjadi saat itu, ada beberapa kelompok yang secara tidak sengaja keluar dari game dan tidak bisa melanjutkan permainan.
Bagi guru-guru yang lain, ini adalah solusi menarik agar kegiatan pembelajaran tidak membosankan serta mengasah kerjasama dalam berpikir. Peserta didik dapat menggunakan gadget mereka seperti smartphone dan laptop untuk mengerjakannya. Hal ini tentu saja membutuhkan akses jaringan internet yang memadai. Kebetulan pada saat pelaksanaan saya meminta peserta didik untuk membawa dan menggunakan smartphone pada masing-masing kelompok. Nilai hasil akhirnya bisa kita gunakan untuk penilaian harian peserta didik.

Narrative Text


Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang salah satu jenis teks, materi untuk kelas 9 SMP, yaitu Narrative Text. Pernahkah kalian belajar tentang teks narasi pada pelajaran Bahasa Indonesia? Ya, teks narasi yang akan kita bahas kali ini adalah versi Bahasa Inggrisnya. Narrative Text merupakan cerita imaginatif atau khayalan. Cerita ini bertujuan untuk menghibur pembaca melalui alur cerita.
Ada tiga aspek yang harus dipahami dalam membahas teks narrative, namun sebelum itu perlu diketahui juga Kompetensi Dasar dan Indikator yang harus dicapai dalam mempelajari Narrative text.

A.      Kompetensi Dasar
KD Pengetahuan:
3.11 Memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks naratif  berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.

KD Keterampilan:
4.11 Menangkap makna teks naratif, lisan dan tulis, berbentuk cerita rakyat, pendek dan sederhana.

B.       Indikator Pencapaian Kompetensi
Peserta didik diharapkan mampu:
1)      Mengidentifikasi fungsi sosial dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
2)   Mengidentifikasi struktur dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
3)    Mengidentifikasi unsur kebahasaan dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
4)    Menjelaskan fungsi sosial dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
5)  Menjelaskan struktur dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
6)    Menjelaskan unsur kebahasaan dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
7)    Menyebutkan lisan dan tulis fungsi sosial dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
8)     Menyebutkan lisan dan tulis struktur dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
9)      Menyebutkan lisan dan tulis unsur kebahasaan dari teks naratf berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
10)  Menganalisa fungsi sosial dari teks naratf tulis berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
11)  Menganalisa struktur dari teks naratf tulis berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
12)   Menganalisa unsur kebahasaan dari teks naratf tulis berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
13)  Menyimpulkan fungsi sosial dari teks naratf tulis berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
14)   Menyimpulkan struktur dari teks naratf tulis berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
15)   Menyimpulkan unsur kebahasaan dari teks naratf tulis berbentuk cerita rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.

Sekarang kita akan bahas tentang teks narrative:
  • Social Function
Fungsi sosial teks naratif yaitu:
to entertain or to amuse the readers about a story.

  • Generic Structure
Struktur teks naratif terdiri dari:
Orientation yang membahas tentang perkenalan awal cerita dan tokoh dan biasanya terdapat keterangan tentang tempat dan waktu cerita tersebut terjadi.
Complication berisi konflik atau permasalahan dalam cerita.
Resolution berisi tentang bagaimana permasalahan dalam cerita tersebut dapat diselesaikan atau merupakan akhir dari cerita.
Re-orientation yang sifatnya opsional, biasanya terdapat pesan

  • Language Features
-       Pola kalimat yang digunakan biasanya berupa Simple Past Tense
-       Permulaan kalimat biasanya diawali dengan kata keterangan waktu (Adverbs of Time) seperti long time ago, once, one, once upon a time.
-       Banyak menggunakan kata penghubung waktu
-       Kadang-kadang terdapat dialog langsung antartokoh cerita.


Contoh Teks:
One hot day, an ant was seeking for some water. After walking around for a moment, she came to a spring. To reach the spring, she had to climb up a blade of grass. While making her way up, she slipped and fell unintentionally into the water.

She could have sunk if a dove up a nearby tree had not seen her. Seeing that the ant was in trouble, the dove quickly put off a leaf from a tree and dropped it immediately into the water near the struggling ant. Then the ant moved towards the leaf and climbed up there. Soon it carried her safely to dry ground.

Not long after at that, there was a hunter nearby who was throwing out his net towards the dove, hoping to trap it in this way.

Guessing what he should do, the ant quickly bit him on the heel. Feeling the pain, the hunter dropped his net and the dove flew away quickly from this net.

Monday, 28 October 2019

Example of Procedure Text

Read the following text to answer questions 1 - 2






Read the following text to answer questions 3 - 5 
 
Read the following text to answer questions 6 - 8
Read the following text to answer questions 9 - 11





















Jumbled Sentences:
For Question 21
For Question 22







For Number 23
For Question 24

Saturday, 7 September 2019

Numbers in English

Pada pembahasan materi kali ini kalian akan belajar tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan angka. Kita mengenal ada dua jenis angka, yaitu angka kardinal (cardinal numbers) dan angka ordinal (ordinal numbers). Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita pahami dulu fungsi dan kegunaan dari jenis-jenis angka tersebut.
A.       Cardinal Numbers
Angka kardinal adalah bilangan pokok yang biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah sesuatu (benda), misalnya: one, two, three, four, dst.
Contoh:
·      I have three pencils. (Saya memiliki tiga pensil)
Kata “three” pada kalimat di atas untuk menyatakan jumlah bahwa benda tersebut ada tiga.
·      There are twenty five students. (Ada dua puluh lima siswa)
Kata “twenty five” pada kalimat di atas untuk menyatakan jumlah bahwa benda tersebut ada dua puluh lima.
            Perhatikan tabel berikut:


Apa fungsi angka kardinal?
1)       Angka kardinal untuk menyatakan jumlah benda.
Contoh: He has two bicycle. (Dia memilki dua buah sepeda)
2)       Angka kardinal untuk menyebutkan nomor rumah.
Contoh: I live on Jalan S. Parman number twenty two. (Saya tinggal di Jalan S. Parman nomor dua puluh dua)
Sebagai catatan, dalam menyebutkan nomor kontak, kita harus menyebutkan satu-persatu. 
Contoh:
My phone number is 0812-345-567. (Angka tersebut dibaca zero-eight-one-two-three-four-five-five-six-seven)



B.       Ordinal Numbers
Angka ordinal adalah angka-angka yang menyatakan posisi, urutan, maupun tingkatan. Berbeda dengan angka kardinal, angka ordinal tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. Pada umumnya, angka ordinal menggunakan artikel “the” di awal pengucapannya. Perhatikan contoh berikut:
·      She is the first person that I know. (Dia orang pertama yang saya kenal)
·      I am the eighth runner. (Saya pelari ke delapan)
·      My class is on the second floor. (Kelas saya ada di lantai kedua)
Pada dua contoh kalimat di atas untuk penggunaan angka ordinal bisa diketahui dengan jelas bahwa angka tersebut di gunakan hanya untuk menyatakan posisi, urutan, maupun tingkatan. Apa fungsi dari angka ordinal?
1)       Angka ordinal digunakan untuk menyatakan peringkat.
Contoh: I get the second rank in the class. (Saya mendapat peringkat ke dua di kelas)
2)       Angka ordinal digunakan untuk menyebutkan tanggal.
Contoh: I was born on March the fifth. (Saya lahir pada tanggal lima bulan Maret)

Pada contoh kalimat di atas tidak ada dituliskan/disebutkan kata “date” (tanggal) dalam Bahasa Inggris, karena pada umumnya, apabila nama bulan dan angka ordinal disebutkan maka sudah diketahui tujuannya untuk menyebutkan penanggalan.
Perhatikan Tabel Berikut:

 


Keterangan:

  •  Setiap angka memiliki huruf kecil sebagai penanda bahwa angka tersebut adalah angka ordinal. Huruf kecil setelah penulisan angka tersebut diambil dari dua huruf terakhir dari penyebutan angka.
  • Pengucapan angka ordinal memiliki perbedaan dengan angka kardinal. Misalnya angka “5” pada ordinal number diucapkan “the fifth”, sedangkan untuk cardinal number diucapkan “five”
  • Setelah angka 30, 40, 50, dst. pengucapannya angka satuannya sama seperti di awal (perhatikan pengucapan/penulisan angka ordinal 20-an)
Itulah penjelasan mengenai angka kardinal dan angka ordinal. Perhatikan video berikut: