Tuesday, 17 September 2024

The Story of Jaka Tarub and the Seven Nymphs

It was said that somewhere in Dadapan Village there was a pond where apsaras descended from heaven to take a bath.

Jaka Tarub was a young man who lived in a small village. One day, he was hunting for a deer in Dadapan Village but he did not find any deer. While searching for a deer, he heard the sound of girls laughing. As the place is deep inside the forest, Jaka Tarub wondered why there were girls there. He followed the sound and arrived at a small pond where he saw seven apsaras descended from heaven to take a bath. The apsaras looked like young girls and were very beautiful.

While the apsaras were bathing, Jaka sneaked out and took one of the shawls lying on a rock nearest to him and went back into hiding. He watched as the apsaras were chatting among themselves while bathing. After they finished bathing and getting dressed, one of the apsaras, the youngest and the most beautiful of all, looked puzzled because she could not find her shawl, which was stolen by Jaka. Without her shawl, she could not fly back to heaven. Jaka heard the other apsaras called her Nawang Wulan while they told her that it was getting late and they had to return to heaven so could not stay with her to look for her shawl. After the other apsaras had gone, Jaka Tarub showed himself and pretended to offer his help.

The trustful Nawang Wulan agreed to go with Jaka Tarub to his home. Eventually the two fell in love and got married. It turned out that Nawang Wulan was a good wife and was very skillfull in doing house chores without making much effort. Moreover, their rice supply seems like never decreased after he married her. But Nawang Wulan forbade Jaka to look inside the rice cooker while she cooked rice.

Not long after, Nawang Wulan got pregnant and at due time she gave birth to a baby girl whom they named Nawangsih. Now, added with the task of taking care of a baby, Nawang Wulan still seems to have no difficulties in doing her house chores, while most other woman would have some difficulties in doing all she did.

Feeling very curious about all these, Jaka tried to find out her secret. He did what Nawang Wulan forbid him to do. He opened the lid of the rice cooker and looked inside it. He found out that Nawang Wulan only used one single grain of rice to cook into a full rice cooker. Now he knew why their rice supply was never decreased and that all these times Nawang Wulan had been using her apsara powers to do house chores.

But something happened after Jaka peeked inside the rice cooker. Nawang Wulan began to have various difficulties in doing her tasks. Furthermore, their rice supply began to decrease. Nawang Wulan had lost her apsara powers and became an ordinary human being.

When their rice supply was nearly used up, Nawang Wulan unintentionally saw her old shawl lurking from below their rice supply while she went to the granary to get some rice. To her surprise, she found out that it was Jaka who stole her shawl all along, which made her could not go back to heaven. She was angry, and now that she had find her shawl, she decided to return to heaven. Jaka pleaded her not to leave, but her decision was final.

But before she went, Nawang Wulan asked Jaka to build a hut outside their house and told him to leave Nawangsih there every night, and that he should never look inside the hut while she was there to nurse the baby. Since then Jaka took Nawangsih to the hut every night until she grew up. Nawang Wulan always cared for her family from heaven and always provided help for her family when they needed it.

Wednesday, 21 August 2024

Past Continuous Tense dan Recount Text

Pada materi kali ini, Anda akan belajar mengenai dua materi, yaitu Past Continuous Tense dan Recount Text. Silahkan catat hal-hal penting yang bisa Anda rangkum dari materi di bawah ini:


Tuesday, 6 August 2024

Tuesday, 7 May 2024

Descriptive Text (Part 1)

Baca dan pahami teks berikut dengan seksama.
Iman is a seventh-grade student. He does many activities on Sunday. He usually gets up at five. After that, he takes a bath. He has breakfast with his family at a half past six. He goes to the church with his friends at a half past seven. After that, he usually visits the game rental to play games.
He usually spends about two hours in the rental game. Sometimes, he arrives at home at about eleven. After that he change his clothes and has lunch. He spends the most of his time in the afternoon to watch some movies or reads some mangas. At four, he takes a bath and studies in his bedroom.
Teks tersebut adalah contoh dari Descriptive Text. Apa sih Descriptive Text? Apa saja fungsi sosialnya? Bagaimana strukurnya? Apa saja unsur kebahasaan yang digunakan untuk menyusun sebuah Descriptive Text?

THE SOCIAL FUNCTION
Descriptive Text adalah salah satu jenis teks yang menggambarkan/mendeskripsikan orang tertentu, tempat tertentu, atau benda secara terperinci.
Descriptive text is a type of writing that describes a particular person, place, or thing. It provides details about the subject by describing its features without including personal opinions. The author's observations, feelings, and experiences are used to create an impression of the object being described.
Tujuan teks deskriptif adalah untuk mendeskripsikan sesuatu secara terperinci.
To describe about something.
Topik atau objek yang digambarkan pada suatu teks deskriptif adalah orang, benda, hewan, atau tempat yang spesifik. Selain itu dapat berupa pernyataan mengenai kegiatan sehari-hari atau kebiasaan dan juga perbandingan.
Pada teks di bawah ini, apakah topiknya? (What is the topic of the text?)
Iman is a seventh-grade student. He does many activities on Sunday. He usually gets up at five. After that, he takes a bath. He has breakfast with his family at a half past six. He goes to the church with his friends at a half past seven. After that, he usually visits the game rental to play games.
He usually spends about two hours in the rental game. Sometimes, he arrives at home at about eleven. After that he change his clothes and has lunch. He spends the most of his time in the afternoon to watch some movies or reads some mangas. At four, he takes a bath and studies in his bedroom.
Baca kembali teks di atas dan diskusikanlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya:
  1. Who is a person that described on the text?
  2. What is the topic of the text?
  3. What is the purpose of the text?
  4. What does he usually do at 6.30?
  5. What does he usually do about 2 to 4 p.m.?
Untuk memastikan pemahamanmu, klik di sini

Sunday, 5 May 2024

Comparison Degree

Pernah membandingkan sesuatu? Bagaimana memahami kalimat perbandingan dalam Bahasa Inggris?

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas mengenai kalimat perbandingan dalam Bahasa Inggris. Ada tiga struktur kalimat perbandingan dalam Bahasa Inggris, yaitu:

  • Positive Degree: Kalimat perbandingan setara
  • Comparative Degree: Kalimat perbandingan yang menyatakan bahwa sesuatu 'lebih dari' yang lainnya.
  • Superlative Degree: Kalimat perbandingan yang menyatakan bahwa sesuatu adalah 'yang paling' di antara yang lainnya.
Apa maksud dari ketiga struktur kalimat tersebut? Simak penjelasan dan contohnya satu per satu.

Pada pembahasan mengenai Comparison Degree, harus dipahami bahwa unsur kebahasaan yang utama adalah kata sifat (adjective).
Contohnya:
- small = kecil
- interesting = menarik
- popular = terkenal
- expensive = mahal

Masing-masing kata sifat akan memiliki bentuk penyebutan yang berbeda tergantung pada struktur kalimat perbandingan yang digunakan.

POSITIVE DEGREE
Kalimat yang digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu setara dengan yang lainnya.
Contoh:
Sepedamu sama bagusnya dengan sepedaku.

Pada contoh di atas, kata-kata yang digarisbawahi menyatakan perbandingan setara dari kata benda 'sepeda'. Maka, dalam Bahasa Inggris:
Your bicycle is as good as mine.

COMPARATIVE DEGREE
Berbeda dengan penjelasan sebelumnya, comparative degree adalah kalimat perbandingan yang menyatakan sesuatu 'lebih dari' yang lainnya.
Contoh:
Sepedamu lebih bagus dari sepedaku.

Pada contoh di atas, kata-kata yang digarisbawahi menyatakan perbandingan 'lebih dari'. Dalam Bahasa Inggris:
Your bicycle is better than mine.

SUPERLATIVE DEGREE
Kalimat yang digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu adalah 'yang paling' atau 'ter-' di antara yang lainnya.
Contoh:
Sepedamu adalah yang paling bagus di antara semua sepeda yang ada di sini.

Pada contoh di atas, kata-kata yang digarisbawahi menyatakan perbandingan 'yang paling' atau 'ter-'. Maka dalam Bahasa Inggris:
Your bicycle is the best among all of bicycles here.

RANGKUMAN
Carilah penjelasa materi dari sumber lain (situs web atau youtube) dengan kata kunci "COMPARISON DEGREE". Catatlah di buku catatanmu hal-hal yang penting terkait materi, berikut poin-poin penting yang harus kalian pelajari dan kuasai:

  1. Perubahan bentuk kata sifat untuk kalimat perbandingan (Kerjakan di buku Mandiri Chapter 9 - Practice 1).
  2. Cari ciri-ciri untuk menentukan kata sifat yang ditambahkan akhiran -er/-est dan more/most untuk kalimat Comparative Degree dan Superlative Degree (Penjelasan masing-masing bisa dilihat pada buku Bright an English halaman 128-131 Activity 6-11 atau sumber lainnya).
  3. Ciri-ciri kalimat Positive Degree, Comparative Degree, dan Superlative Degree.

Monday, 29 January 2024

Aturan dan Larangan Penggunaan Smartphone/Tablet/Laptop Bagi Peserta Didik

Tidak menutup kemungkinan, bahwa di era teknologi modern, penggunaan smartphone, tablet, maupun laptop dapat menunjang prestasi belajar peserta didik apabila dimanfaatkan dengan baik. Tidak hanya mencari materi pembelajaran, namun juga referensi lain dari setiap materi yang dipelajari oleh peserta didik. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kemungkinan penyalahgunaan teknologi pun dapat terjadi apabila tidak diarahkan dengan benar.

Sejauh ini, peserta didik lebih memanfaatkan gadget-nya hanya sebatas untuk penggunaan sebagai sarana hiburan seperti bermain game, sosial media, serta chatting. Hanya sedikit sekali persentase peserta didik menggunakan gadget yang dimiliki untuk benar-benar meningkatkan prestasi belajarnya. Hal yang paling umum adalah rasa malas untuk menggali mendalami materi untuk menambah pengetahuan terkait mata pelajaran yang dipelajari dan cenderung lebih kepada mencari jalan pintas demi bisa mendapat jawaban dari setiap pertanyaan/soal yang diberikan oleh guru. Selain itu, peserta didik lebih suka mencari, membuka, membaca, ataupun menonton hal yang mereka senangi saja. Tentunya, hal ini bertentangan dengan prinsip dasar dunia pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya pembiasaan positif dalam penggunaannya.

Aturan yang perlu dipahami adalah:

  1. Belajar membagi waktu untuk pembelajaran dan bermain game di gadget. Persentasenya setidaknya 80% lebih banyak untuk pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar, dan 20% untuk hiburan per-hari. Aturlah jadwal penggunaannya per-hari/per-minggu
  2. Mengurangi kebiasaan buruk dalam bersosial media dengan mengirimkan postingan yang tidak pantas, mengirimkan komentar yang negatif atau yang dianggap tidak perlu. Atau mengurangi kebiasaan membuka sosial media untuk hal yang tidak jelas atau tidak penting.
  3. Budaya cerdas dalam bersosialisasi, dimana peserta didik diharapkan lebih banyak bersosialisasi secara langsung dengan teman sebaya atau orang lain dibanding sibuk dan fokus dengan gadgetnya.
  4. Tidak membiasakan mencari jalan pintas dalam belajar seperti memanfaatkan situs Brainly, Google Translate, atau pun situs lainnya dimana hanya dengan mengetikan keyword langsung mendapat jawabannya. Baca buku paket atau catatan terlebih dahulu, bandingkan dengan sumber lain di internet.
  5. Memanfaatkan sumber dari internet untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas sesuai dengan porsinya pada proses pembelajaran.
Larangan penggunaan di sekolah:

  1. Menggunakan gadget untuk bermain, menonton, ataupun sosial media yang dianggap tidak berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas ataupun di luar kelas.
  2. Menggunakan gadget untuk membuat dokumentasi yang tidak sepantasnya untuk dibagikan dan dapat bersifat pem-bully-an ataupun pelanggaran privasi (hukum pidana-perdata dan UU ITE).
  3. Menggunakan gadget untuk mencari contekan atau secara diam-diam saling bertukar informasi dengan teman atau menghubungi orang lain tanpa ijin.


Monday, 16 October 2023

Things at school

 Pada pembelajaran kali ini, peserta didik diminta untuk mengenali kata benda yang ada di sekolah, khususnya di dalam kelas. Dapatkah kalian mengenali setiap kata benda yang ada di kelas? Apa saja fasilitas yang terdapat di sekolah? Bersama dengan anggota kelompok, silahkan bersama-sama mempelajari dan mengerjakan setiap pertanyaan dari Lembar Kerja Peserta Didik berikut: